Aku sungguh tak punya secuilpun kuasa untuk sekedar
menggerakkan hatimu, apalagi sepenuhnya memaksamu untuk memilih.
Rasanya aku memang tak berdaya, seketika itu banyak—amat
banyak sekali—kusadari bahwa aku memiliki banyak sekali kekurangan.
Ya setidaknya semua kelemahanku itu mengingatkanku, agar
terus merunduk, dan, terus menerus bercermin.
Dan setidaknya aku masih bisa berserah diri, yah.
Ya Allah, hari ini
Juga malam ini
Kumantapkan diri
Untuk
Biarlah
Biarlah kusibukkan diri untuk menyendiri
Biarlah kusibukkan diri untuk menjaga hati
Entah dengan selusin kegiatan kampus
Atau bersama soal-soal kalkulus
Biarkan aku menghujam
Ke dalam relung hati terdalam
Di kejauhan engkau bersinar
menyilaukan mata hati
engkau bersuara, aku terkesima
engkau bergerak, aku terlena
Hai gumpalan!
cermin apakah engkau?
pandanganmu, pandangannya!
aku menutup mata, namun tak kuasa
~Muhammad Arizal Fahmi | Nov. 10th 2013~
menyilaukan mata hati
engkau bersuara, aku terkesima
engkau bergerak, aku terlena
Hai gumpalan!
engkau datang, dan menangis
kuterima sepenuh hati
kau curahkan, aku mendengar
aku menjawab, kau memukulku
Hai gumpalan!
cermin apakah engkau?
pandanganmu, pandangannya!
aku menutup mata, namun tak kuasa
Hai gumpalan!
haruskah aku?
kembali menyambutmu
saat engkau menangis?
menkorek-korek sisa harapan
mencari arti dalam kegelapan
aku mencari entah sampai kapan
letih pundak menanggung beban
kepada siapa akan kuserahkan?
aku berhenti sejenak
mecari semangat yg bisa kutenggak
kusiapkan lagi susunan pundak
meniti setapak-demi setapak
mengais sisa semangat
membuang sakit yang teramat
demi tujuan yang dinilai hebat
namun dalam pundak ini terasa berat
ingin sejenak aku tertidur
berharap semua tak menjadi mundur
wahai penerus, aku sudahlah uzur
tenaga pikiranku sudahlah mulur
bangunlah dan bangkitlah
sekarang adalah waktumu, bangunlah
lenyapkan segala rasa lelah
buang jauh segala keluh kesah
demi masa depan
yang penuh akan harapan
semua harus kau persiapkan
larilah dengan kencang
dan teriaklah dengan lantang
Roda penuh angka terus berputar
malam yang dingin terus memeluk
gerimis diri ini masih terasa
mengingat hal yang tak seharusnya
aku bersalah, maafkanlah
sesal hati tak berarah
semua kata terasa gundah
sesal hati mengharap berkah
Ibu, hari ini aku berdosa
demi secuah ludah di hati
ku relakan semua
detik ini aku merindu kasihmu
dua hari terasa begitu lambat
semua khayal tentangmu kian teringat
aku malu ibu, aku malu.
keegoisanku malam ini, dan dosaku selama ini
ingin kuambil roda yang berputar itu
akan kuhentakan dia, kupaksa dia
hingga ia dapat berputar mundur
menuju kasih sayangmu seperti dulu
memegang tangan penuh harapan
membelai rambut penuh kasih
hingga aku kehilangan rasa gundah
Ibu, maafkan aku
putramu yang masihlah belia
aku takut ibu...
aku takut..
maafkan aku..
malam yang dingin terus memeluk
gerimis diri ini masih terasa
mengingat hal yang tak seharusnya
aku bersalah, maafkanlah
sesal hati tak berarah
semua kata terasa gundah
sesal hati mengharap berkah
Ibu, hari ini aku berdosa
demi secuah ludah di hati
ku relakan semua
detik ini aku merindu kasihmu
dua hari terasa begitu lambat
semua khayal tentangmu kian teringat
aku malu ibu, aku malu.
keegoisanku malam ini, dan dosaku selama ini
ingin kuambil roda yang berputar itu
akan kuhentakan dia, kupaksa dia
hingga ia dapat berputar mundur
menuju kasih sayangmu seperti dulu
memegang tangan penuh harapan
membelai rambut penuh kasih
hingga aku kehilangan rasa gundah
Ibu, maafkan aku
putramu yang masihlah belia
aku takut ibu...
aku takut..
maafkan aku..
Aku pikir sekarang aku mengerti
Bagaimana dunia ini dapat menghadapi seorang manusia
Layaknya teman kami menyaksikan semua ini berakhir
Dan akhirnya ku berikan hidupku untukmu
Kuberikan semua yang dapat kuberi
Akhirnya kutemukan tempat ‘tuk istirahatkan kepalaku
Saat aku kesulitan untuk menemukan
Setelah mendengar kedamaian hanya di jalan yang lain
Bukan berarti aku bisa
Bukan berarti aku dapat
Biarkan ini membakar
Di bawah kulitku
Biarkan ini terbakar
Kutinggalkan hidup ini untuk membuatku bebas
Meletakkan potongan-potonganmu yang ada dalam diriku
Semua kesakitan ini akhirnya telah sirna
Berjanjilah padaku kau takkan merasa takut
Bukan berarti aku bisa
Bukan berarti aku dapat
Biarkan ini membakar
Di bawah kulitku
Biarkan ini terbakar
Aku harap ini akan bermanfaat, di jalan tinggi ini
Aku tahu kau akan temukan jalanmu yang lebih layak saat aku
tak bersamamu
Jadi ceritakan pada semua orang, mereka yang berjalan di
sampingku
Kuharap kau akan temukan jalanmu yang lebih baik saat aku
tak bersamamu malam ini.
TERSETIAKAN
Lihatlah kereta-kereta itu
cukup tegarlah ia
terperangai sunyi
terpaku dalam penantian
sudah
terbangunkah kata?
Apa
arti sejati jika semuanya terkalahkan materi?
Apa
arti setia jika terkalahkan nafsu?
Sejati,
aku temukan maknamu.
Meski
terisakku saat ini
dalam
perjalanan penting jalan ini
kereta
yang tak kunjung tiba
namun
hatinya masih di sini
Sudah
benar-benar rela matikah aku?
Jika
kesetiaan diujikan?
Rasanya
semakin bergelombang air ini.
Kapan ku
benar-benar menyayangi mereka?
Akan
sampai matikah sejati ini?
Apa
cukup kuat kesetiaanku?
Aku, aku
sendiri hanya terpaku
Lihatlah
dia..
ekor
yang terpaku di sana
malam
mencekam
siang
membakar
pagi
membeku
sungguh berapa tegar ia
walau hanya dengan harapan
khayal
takdir pun
tak sanggup ia dapat
pasir-pasir
putih menimpanya
air-air
beku menghujaninya
sinar-sinar
membakarnya
tetap sebuah bundaran
tekad ia duduki
sedang aku..
terpaku di sini
melihat dan menangis
tak
kuasa didengar jeritan kereta itu
“jiwa
lebih penting dari tubuh”
“tubuh
tak lebih penting dari jiwa”
“itulah
kesetiaan sejati”
kasih sayang itu
membuat kekuatan
kekuatan membentuk tekad
tekad itu membentuk
keyakinan
meski
di dalam keyataan yang maya
tapi
keyakinan itu tak pernah hilang
meski
terlihat hina
tapi
pengorbanan itu meredamya
waktu berjalan cepat
tak terasa 10 tahun
berlalu
keyakinan itu masihlah
hidup
raganya seakan tak kuasa
meski hanya menahan berat
badan
kini
cahaya itu muncul..
membawa
memori itu
sejenak
membuatku kembali
tetang
masa itu
sampai
akhirnya cahaya itu membangunkanku
cinta
itu tetaplah hidup
hidup
bersama cinta adalah tujuannya
meski
nyawa...
adalah
bayaran untuknya......
tak
tersadar puisi ini tertulis dari sebuah gambar bergerak yang kulihat.
Aku tersadar betul apa arti kesetiaan sejati. Aku ingin dan
InshaAllah akan menyayangi dan mencintai orang-orang disekelilingku
yang selama ini menyayangiku,..
“MEREKA
MENGAJARIKU ARTI KESETIAAN SEJATI. DAN AGAR AKU TIDAK LUPA AKAN
MEREKA YANG TELAH MENGASIHIKU”
“SEMANGAT
DAN KEHIDUPAN MANUSIA TIDAK DAPAT DIREKAM”
“HINGGA
AKHIRNYA AKU MENYADARI,... DI WAJAH ORANG-ORANG TERKASIH AKU MELIHAT
KASIH-NYA”
“DAN
DIWAJAHKU SENDIRI AKU MELIHAT ANUGRAH-NYA”
“LEWAT MEREKA YANG
TERDEKAT DI HATIKU, AKU MELIHAT KESETIAANNYA...
DAN KESETIAAN ITU TIDAK
AKAN HABIS SAMPAI SELAMA-LAMANYA”
“DENGAR, KAU TAK PERLU
MENUNGGU LAGI, DIA TAK AKAN KEMBALI; BAIKLAH, LAKUKAN APA YANG HARUS
KAU LAKUKAN”

