Langah yang hilang
arah,
padangan yang
kosong,
pikiran yang entah
mengarah ke mana,
sujud yang terburu-buru,
takbir yang tak
menggelora,
gigi geraham yang
tak menggigit kuat,
aku hilang dalam
kerumunan,
aku sepi dalam
keramaian,
aku terdiam dalam
percakapan,
aku terlelap dalam
tatapan,
aku….
Kehilangan.
Tentang rasa itu, rasanya sudah cukup lama waktu menjaganya,
membawanya berjalan santai melewati temaram sinar fajar,
kadang menariknya lari terbirit-birit mengejar senja.
Aku tak ingat percis, kapan untuk pertama kali ia muncul,
Aku pun tak tahu percis kapan doa yang disertai namanya mulai kumunajatkan kepadaNya.
yang aku tahu, waktu telah membawanya cukup lama.
Wahai Sang Pemilik Waktu,
Setiap detik yang berjalan adalah atas kuasaMu.
membawanya berjalan santai melewati temaram sinar fajar,
kadang menariknya lari terbirit-birit mengejar senja.
Aku tak ingat percis, kapan untuk pertama kali ia muncul,
Aku pun tak tahu percis kapan doa yang disertai namanya mulai kumunajatkan kepadaNya.
yang aku tahu, waktu telah membawanya cukup lama.
Wahai Sang Pemilik Waktu,
Setiap detik yang berjalan adalah atas kuasaMu.
Bismillah, ceritanya mau posting hasil tulisan. hehe..
Judulnya "SESAL", doain ya semoga cepet update ^_^
Bagian 1.
Bandung, 14 September 2007
Judulnya "SESAL", doain ya semoga cepet update ^_^
Bagian 1.
Bandung, 14 September 2007
Kepada yang Terbaik,
Kau,
yang namanya pernah ku tulis di bangku meja sekolahku..
di
mana pun hatimu berada.
aku
ingin berbagi sebuah kisah, tentang perasaanku di masa lalu.
Mari kita mulai kembali,
Mengapa tak dapat kita ulang kembali?
Biarkan saja kita mulai semua dari awal
kelak kita akan menjadi baik
Kali ini kita akan meraihnya, meraihnya dengan kebenaran
kali ini adalah kesempatan terakhir kita,
untuk memaafkan kesalahan kita di masa lalu...
Pernah nggak sih kita
mikir dalam hati, “Gimana yah aku di mata orang lain?”, “Seperti apa sih orang
lain menilai aku?”. Pernah nggak?. Kalau pernah, selanjutnya udah pernah belum
nanyain ke orang lain tentang diri kita?. Lebih sering mana sih nanya ke orang
lain atau berusaha menilai diri sendiri?.
Pernah nggak ketika
kita merasa udah melakukan hal yang benar dan sesuai dengan apa yang kita
yakini bener, tapi kok respon lingkungan seperti menolak, bahkan melawan.
Kenapa ya?, padahal aku sudah melakukan yang benar, aku sudah berusaha yang
terbaik, dll. Pernah nggak?.
Dan ketika kita mulai
mencium bau penolakan lingkungan biasanya kita mulai ngasih penguatan ke diri
sendiri. Ah jangan dengerin apa kata
orang. Ah percaya diri aja. Ah mereka mah cuma sirik aja. Mereka gitu karena
mereka ga mampu. Aku yakin aku bener, mungkin ini cobaan aja buat aku. Dan berbagai usaha pembenaran diri lainnya.
Tapi pernah nggak
ketika dihadapkan atas respon lingkungan yang kaya gitu kita malah mikir, kenapa ya respon mereka gini?. Kira-kira apa
yah salahku?. Kayanya ada yang salah deh di diri aku. Pernah nggak mikir
gitu?.
Aku mau kasih satu
teori berdasarkan pengamatan pribadi, gini:



